Salam Beta

Archive for the ‘Rumah Baca’ Category

Catatan Kak Susi (Kegiatan Bersama Komunitas SIOUX-Pengetahuan Tentang Ular)

In Rumah Baca on 20 November 2013 at 16:45
“A” “P” “E” “L” = APEL. Eja mereka memecah keheningan pagi itu. Tampak seorang kakak dari mereka mengajari membaca kepada mereka yang belum bisa membaca. Seorang yang lain mendampingi mereka membaca dan sesekali membenarkan penyebutan huruf yang dibaca. Seorang yang lain lagi terlihat sibuk merapikan rak buku dan mengambil buku ketika di antara mereka ada yang meminta.
Seseorang itu adalah mereka, anak-anak rumah baca di dusun Kajor, Selo_Boyolali.

Minggu, 17 November 2013. Kakak-kakak pendamping kembali hadir di  rumah baca, tentu dengan cerita baru. Hari ini adalah hari spesial untuk kita. Kita kedatangan tamu terhormat dari kakak-kakak SIOUX (Pencinta Ular Indonesia). Selain balajar membaca dan bermain, kita mendapat materi seputar tentang ular. Pengetahuan tersebut meliputi jenis-jenis ular, ciri-ciri ular yang berbisa dan yang tidak berbisa, serta melihat secara langsung ularnya. Huwaaaa…! Semua berteriak antara takut dan penasaran.

Kak Tyas menjelaskan nama-nama ular sambil menunjukkan ularnya. “Ini namanya ular pelangi”. anak-anak tersenyum dan ada yang nyeletuk “Pelangi tapi kok gak warna-warni kak? “. Mereka diliputi rasa ingin tahu. “Karena ular ini belum terkena cahaya, coba kita beri cahaya atau kita jemur (sambil praktek) maka lihat, warna warni kan?”. penjelasannya memuaskan. Kita diajarkan “tepuk ular”. Kita juga berkesempatan untuk memegang ular agar kita jadi pemberani, karena sebenarnya ular itu takut terhadap manusia. Hanya saja manusia kadang mengagetkan atau tidak sengaja menginjak jadi ular melukai manusia.

Salam Beta mengucapkan selamat ulang tahun kepada SIOUX yang ke X (sepuluh). Semoga ular di Indonesia tidak punah. Dengan senang hati memberi kesempatan kepada kakak-kakak untuk hadir kembali mengunjungi kami.

 
We love snake for Indonesian.

Catatan: Salam Beta menerima kakak pendamping baru yang memiliki kemauan dan kesungguhan. Tidak perlu berpengalaman karena di sini lapangan pengalaman asal tulus saja menyisihkan sedikit waktu dari sekian banyak waktu yang kita miliki. Tentu untuk berbagi kepada mereka yang rindu akan pengetahuan.

Advertisements

Catatan Kak Susi Susanti (Kegiatan Salam Beta)

In Rumah Baca on 20 November 2013 at 16:35
Teman-teman …

Minggu,13 Oktober 2013 kita ke rumah baca Kajor. kebetulan yang diberi kesempatan hadir hanya 3 orang kakak pendamping yaitu kak Anggoro, kak Siska (koncone mas Anggoro tapi beliau betah loh) dan kak Susi.

Seperti biasa, kita berkeliling mencari sosok anak-anak meski sudah ada beberapa anak yang berkumpul dirumah baca. Akhirnya, ada anak yang belum tahu bahwa ada kegiatan hari ini, ada juga yang sudah tahu tapi khawatir kakak pendampingnya tidak jadi datang. Alhamdulillah, ada 28 anak yang ikut bermain dan belajar hari ini, mungkin karena sedang ada acara pernikahan so, sebagian lagi lebih tertarik untuk bermain di lokasi pernikahan.

Ada yang beda hari ini, sesuatu yang selama ini kita harapkan, terdengar lebay ya? (memang tak buat lebay kok).
Hari ini bukan suara kak Susi lagi yang lebih banyak terdengar, hanya membuka dengan mengucap salam dan menanyakan kabar. selebihnya ‘dia’ yang melanjutkan memimpin doa, mengarahkan anak-anak, mengajari membaca, mengamati & mendengarkan membaca buku (kali aja ada yang keliru) dan menata rak dengan benar juga rapi.
Benarkah seperti harapan kita???

Hari ini bukan kak Anggoro atau kak Siska yang sibuk memberikan konsumsi kepada anak-anak. ‘Dia’ yang begitu antusias, begitu akrab, begitu polos, dan jujur. Akhirnya pertemuan kita diakhiri dengan doa sesudah belajar. Aamiin………

*Lega bangettt, tiba-tiba semangat yg sedikit berubah kini kembali utuh. .
Intinya kabar penting hari ini adalah Salam Beta memiliki regenerasi kakak pendamping, bahkan dari akar rumah baca itu sendiri.
Doakan ya teman2, semoga kita diberkahi dan program-program Salam Beta terus berjalan. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin… :’)

Daftar Buku Yang Dilelang

In Rumah Baca on 24 October 2013 at 21:43

Salam.

Sebagaimana program kami yaitu Galang Buku untuk SD N Sukorejo 1 Malang yang berorientasi khusus kepada buku-buku anak seperti, cerpen anak, cerita bergambar, pengetahuan umum, fabel, ensklopedia, kami akan melelang buku-buku yang kami anggap tidak sesuai dengan kategori buku diatas. Hasil penjualan buku ini akan kami gunakan untuk pembelian buku-buku sesuai anak usia sekolah dasar.

Berikut daftar buku yang akan dilelang :

Pengkajian Puisi GMU Press Rahmad Djoko Pradopo
Problematika Remaja dan Pemecahannya Angkasa Sofyan Wilis
Sejarah Hukum Refika Aditama John Glissen
Asal-usul Manusia dalam Polemik Yogyakarta Offset
Biografi KH. Ahmad Dahlan Garasi Adi Nugroho
Spiral Kekerasan Insist + Pustaka Pelajar Camara
Selamat Jalan, Tuan Presiden Bentang
Luc dan Aku Gramedia Francis Chalifar
Scorpio Time Grasindo Sasya Fitria
Kau yang Kudambakan Sinar Matahari Della Amanda
Oh NO! Katakita Inneke Basuki
Ratu the Memories and Jakarta Castle Book Erie Novico
Mates, Dates, and Chocolate Cheats Gramedia Cathy Hopkins
in the name of(f) Love Chibi Publishing
Laskar Pelangi Bentang Andrea Hirata
Haru No Tabi Diva Press Ghyna Amanda Putri
Ayat-ayat Cinta Republika Habiburahman El-Shirazi
Ayat-ayat Cinta Republika Habiburahman El-Shirazi
Iqra’! Berjalanlah Terus dan Berusahalah untuk Tidak Tersesat Diva Press Reza Nuva
Dua Perempuan Navila Mahmoud Taymour
Pernikahan Tuan Mensen yang Mengejutkan Kreativa
Pesona Pertama Aries Lima H.B Supiyo
Winter in Tokyo Gramedia Ilana Tan
Hot Chocolate MedPress Kinoysan
In the Miso Soup Trans Media Ryu Murakami
One Night Stand Jendela Budaya & Pustaka Pelajar Rosa Liksom, terj. Landung S
Simple Past Present Love Gramedia Thia Kyu Ori
Six Month to Live Mara Pustaka Daniel Hallock
Pengantin Bom Liberplus Sidiq Jatmiko
Kumpulan Cerita Hantu Nusantara Paling Serang Araska Adji Brotoseno
Sang Jelata Grasindo Hermawan Aksan
Miss J: Mungkinkah Jerawat Membawa Cinta Tanda Baca Oke Riska
Just For Girls Grasindo Sanny
The Long Journey Hi-fest Publishing Tanya Wu
Youth Adagio Lingukata Alberta Natasha Aji
One Meaning Thousand Ways I Love You Bintang Belia Ardelia Karisa
Cinta Pertama Gagas Media Oke Sepatu Merah
My BB Girl Friend I Publisher Agnes Davonar
asrama Putri Bigraf Pubishing Dewi Lingga Sari
Granada (Genosida Kebudayaan di Andalusia) Buku Mutu Ratwa Ashour
Gadis Penggembala Itik & Orag Tua Asuh Rian Utama A.S Abdullah
Kembang Jepun Gramedia Remy Silado
Beragaam Perspektif Ilmu Komunikasi Kencana Hasrullah, MA
The Bad Begining (Mula Mala Petaka) Gramedia Lemony Snicket
Does My Head Look Big in This? (Memanngnya Kenapa Kalau Ak Pakai Jolbab Gramedia Randa Abdel Fatah
Bara! Dari! Mizan Fahri Asiza
The Power of Kentut Rahat Book Ber- Zuber
Cinta dan Persahabatan Sejati Amara Book Alfred B Jogoena
Cinta Buat Fay Izzan Pustaka Muhammad Reza
Makhluk Penghuni Reruntuhan Delphi Margareth Oliphant
Walking to Wonderland Gramedia  Barbara Cartland
To Be Lovely Wife Diamond Teguh Suryaninglangit
Hayya ‘Alaa Shalaah Indiva Muh. Mu’innudillah
Psikologi Pendidikan UNY Press Sugihartono, dkk
Kasidah-kasidah Cinta Diva Press Muh. Muhidin
Cinta? Katakan saja Era Adicitra Rianna Wati
Berguru pada Anjing Galang Press Marhaeni Eva
Negeri Lima Menara Gramedia A. Fuadi
Hafalan Sholat Delisa Republika Tere Liye
5 CM Grasindo Donny Dirgantara
Laskar Pelangi Bentang Andrea Hirata
Istana Pasir Kunci Ilmu Dewi Lingga Sari
Jalan yang Kupilih Cerpen Islami Khopsah
Surga Cinta Vanessa Pustaka Rama Miftahul Asror M
Senja di Uenokoen Gema Insani Rahmadiyanti
Senja di Uenokoen Gema Insani Rahmadiyanti
Kidung Kupu-kupu Putih Mizan ElSyifa
Extra Ketawa ABG MedPress
Kereta Hantu Manggarai Gagas Media Billy Homarto
Senja di Himalaya Hikmah Keran de Sai
Wonder Boy cable book Yuanithe, dkk
Jejak Langkah Menembus Awan Zeto Edelweis Almira
Dokter Muda Serba Salah Bukune Raditya Dika
Bule Juga Manusia Bukune Raditya Dika
Casuarina Yayasan Ayah Bunda Cintaku Asri Probosinta
A Russian Affair Byzantium Anton Cekhov
Tentang Cerita Anak Pustaka Pelajar Sugihastuti
My Friend, My Dream Gramedia Ken Terate
Marshmallow Coklat Gramedia Ken Terate
Burung-Burung Manyar Djambatan Mangun Wijaya
Atap Grasindo Fira Basuki
Reuni Tsunami Grasindo Ita Sembiring
Al-Exo Pintu Mustofa W. Hasyim
Pelabuhan Tak Bertepi Navila Husein Mu’nis
Book Party Love Wahyu Media Sinta & Jojo
The Long Journey Hi-fest Publishing Tanya Wu
Love You Even More MedPress Petronella Putri
Putri Tidur Gema Insani Samsa Hawa
8,9, 10 Udah Belum? Gramedia Sorentia Dermawan
Simple Past Present Love Gramedia Thia Kyu Ori
Satria November Gramedia Nia Arjat
Princess on the Brink Gramedia Mac Cabott
Katakan Cinta dengan Warna Gramedia Primadona Angela
Lima Negeri Bahlul Rumah Ide Hendra V. Ejay
Kimi Jo Boku MedPress Tufatun Nadhifah
Cinta Berbunga di Lovina Penerbit Pinus Sunaryono
Perjuanganku Melawan Kanker BIP Katekar
Manusia Setengah Salmon Gagas Media Raditya Dika
Ranting Sakura Idea Maria Botliok
Di atas 28 Grasindo Cyntia Surentu
Between Idol, Hate & Love Araska Han Hiojo
Spring of Love Katakita Daheva
Puding Saus Karamel Palem Amelika Enevel
Oteba Gramedia Marga T
Cerita Isabel Galeri Biasa Nana Teja
Two Years Holiday Elex Media Komputindo Jules Verne
Lupus “Berantem Gaya Baru” Gramedia Hilman & Boim
Joni Garang, Friday the 13th Gramedia Yudhistira ANM
Lupus “Sexy Six” Gramedia Hilman & Boim
Awas Cowok Bandel Vania Agness Jesica
Pacar ke-13 Media Kita Lina Nurfalah
Cinta Brontosaurus Gagas Media Raditya Dika
Cinta Brontosaurus Gagas Media Raditya Dika
Cinta Brontosaurus Gagas Media Raditya Dika
Cinta Brontosaurus Gagas Media Raditya Dika
Nasionalisme dan Kebangkitan Ekonomi Inside Press Supriyatno
Warriors Women Deston Book Johana Linsey
Galau Putri Calon Arang Gramedia Fami Syahrin
Proyek 404 Cupid Media Grup Yoana Dianika
Alamo Narasi Lontindle
Be Positive, Be Happy Gema Insani Iwan Januar
Daeng Sakura Diva Press Agus Sunyoto
Tatang Orang Tua dan Pergaulan Pustaka Remaja Sanggar Talenta
Kidung Kembara Gema Insani Pipit Senja
Kiss of the Night Deston Book Sherrilyn Kanyon
Bintang di Langit Baiturrahman Gema Insani FLP Aceh
Kekasih Rembulan Gema Insani Fahri Asiza
Mirror Gagas Media FX. Rudi Gunawan
Nightmare Side Bukune Rasmus, Deki Dimas, Vivi
Heart Gagas Media Ninit Yunita
Ei Tu Ze Gagas Media Danni Yunus
Bayangan Bidadari Mizan Nurul F. Huda
Cinta Orang Gedongan Diadit Media K. Usman
Radikus Makan Kakus Gagas Media Raditya Dika
James Bond, Adeknya Gramedia Rudiyant
The Screaming Skull Dellphi Prancis Marion Crawford
Aku Bisa RAS H. Yulikus Partono M.Kom

Nah, itulah buku-buku yang akan kami jual. Mohon maaf , kami tidak lampirkan daftar harga dan gambar. Untuk itu, bagi Kakak-kakak yang berminat boleh menghubungi kami : (Kak Ima : 085643501617 atau Kak Najib : 083840328354 atau Pin BB Salam Beta (Official) : 2A9A5227. Bagi Kakak-kakak di Yogyakarta, boleh datang di Sunday Morning UGM untuk mengetahui  kondisi buku dan tawar menawar harga buku (seperti pasar) 🙂 . Terima kasih perhatiannya, dengan menambah koleksi buku, Kakak-kakak telah membantu terlaksananya kegiatan galangbuku bagi SD N Sukorejo 1 Malang.

DAFTAR ADIK-ADIK RUMAH BACA KAJOR

In Rumah Baca on 10 February 2013 at 18:46
  1. Ana :  ( Kelas I; SD N I JRAKAH )
  2. Anik Surpriyani :  ( Kelas III ; SD N I JRAKAH )
  3. Aris Setiawan : ( Kelas II ; SD N I JRAKAH )
  4. Dwi : ( Taman Kanak-kanak )
  5. Dwi Ayu Lestari : ( Taman Kanak-kanak )
  6. Eni Lestari : ( Kelas I ; SD N I JRAKAH )
  7. Fitri Susanti : ( Kelas II ; SD N I JRAKAH )
  8. Martuti : ( Kelas VI ; SD N I JRAKAH )
  9. Nurul Fatimah : ( Kelas III ; SD N I JRAKAH )
  10. Riani : ( Kelas III ; SD N I JRAKAH )
  11. Rino : ( Taman Kanak-kanak)
  12. Setianingsih : ( Kelas III ; SD N I JRAKAH )
  13. Siti Aminah : ( Kelas III ; SD N I JRAKAH )
  14. Soleh : ( Kelas V ; SD N I JRAKAH )
  15. Sri Handayani : ( Taman Kanak-kanak )
  16. Sriyani : ( Kelas III ; SD N I JRAKAH )
  17. Suprianti : ( Kelas VI ; SD N I JRAKAH )
  18. Tari : ( Kelas VI ; SD N I JRAKAH )
  19. Yulianti : ( Kelas VI ; SD N I JRAKAH )

( HARAPAN ) : Pembangunan Rumah Baca Permanen

In Rumah Baca on 7 February 2013 at 00:36

Sesuai dengan judul, tulisan ini adalah tentang harapan dari Kakak-kakak Salam Beta agar memiliki rumah baca permanen dengan beberapa alasan yang membidani harapan itu sendiri.  Salam Beta memiliki dua rumah baca yang beralamatkan :

  • Dusun Kajor, Rt. 01, Desa Jrakah Kelurahan Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
  • Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah.

Saat ini kedua rumah baca itu berada di salah satu rumah warga desa masing-masing. Kakak-kakak Salam Beta memfasilitasi rak dan buku juga pendataan dan penataan sekaligus meja sebagai fasilitas kinerja penanggung jawab (kepengurusan) rumah baca untuk melakukan pelayanan peminjaman buku dan pendataan ulang buku-buku yang dipinjam. Proses itu dilakukan selayaknya perpustakaan pada umumnya yang sering kita temui. Sayangnya setelah hampir dua tahun berdiri, proses itu tidak serta merta langsung dapat terlaksana. Hal itu terjadi bukan karena adik-adik dan warga kurang minat baca melainkan beberapa kendala seperti misalnya :

  • Rumah Baca yang berada di salah satu rumah warga membuat adik-adik dan warga tidak dapat bergerak leluasa,  baik dalam proses kegiatan membaca maupun waktu berkunjung.
  • Perasaan sungkan (rikuh* dalam bahasa jawa) karena tuan rumah memberikan suguhan baik makanan maupun minuman bagi para pengunjung (kebiasaan baik mengagungkan tamu yang hadir).

Hal itu dituturkan sendiri oleh  Ketua pemuda Dusun Kajor,  Rt. 01 Desa Jrakah yaitu Kak Syawali. Penjelasan Kak Syawali selaku Ketua pemuda memberikan pengertian bahwa sebenarnya adik-adik dan masyarakat menyambut antusias kegiatan rumah baca, selain juga sebagai tempat berkumpul saat bermain. Namun oleh sebab rumah baca berada di tempat Pak RT hal demikian yang melahirkan perasaan sungkan ketika melakukan kunjungan. Perasaan sungkan yang alami lahir karena tidak ingin mengganggu rutinitas dari tuan rumah sendiri yang ditempati rumah baca sementara. Bahkan Kak Syawali menawarkan tanah kosong  di halaman rumahnya untuk digunakan sebagai rumah baca permanen.

Hal serupa juga terjadi di rumah baca Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber. Perasaan sungkan itu melahirkan keinginan dan kesadaran dalam pembangunan rumah baca permanen. Warga Dusun Tutup Ngisor sudah mulai pembangunan dengan membuat pondasi untuk rumah baca. Namun demikian kebutuhan akan material lain seperti semen, bata, kayu dan genteng belum terpenuhi.

Alasan-alasan itulah yang melandasi harapan kami untuk dapat berpartisipasi dalam rangka menyukseskan pembangunan rumah baca Salam Beta di dua titik tersebut. Tentu kendala pertama adalah pendanaan untuk pembangunan rumah baca permanen. Kami sedang membuat anggaran dana yang dibutuhkan dalam pembangunan rumah baca. Apabila Tuhan telah mengijinkan dan memberi jalan untuk pendanaan pembangunan rumah baca,  kami ingin bekerja bakti bersama warga dalam pembangunan rumah baca. Sebisa mungkin pembangunan rumah baca dikerjakan oleh warga sendiri bukan oleh tukang. Karena kami ingin melahirkan perasaan memiliki rumah baca bagi warga saat mereka turut serta dalam pembangunannya. Hal demikian agar warga menyadari rumah baca merupakan fasilitas publik yang dimiliki oleh keluarga besar Dusun Kajor dan Dusun Tutup Ngisor. Bukan milik kami (keluarga salam beta). Sehingga kedepan warga akan mengoperasikan rumah baca dengan baik dan merawatnya.

Besar harapan ini dapat tercapai. Pembangunan rumah baca permanen menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan program kegiatan Salam Beta yang lain. Selain itu juga menjadi ruang baru belajar bersama adik-adik di rumah baca. Semoga Tuhan memberkati harapan kakak-kakak Salam Beta dan harapan warga di kedua dusun rumah baca. Semoga tulisan ini sampai kepada Pembaca yang budiman. Sekaligus menginspirasi kita semua. Amiin

MEREKA/KITA/INDONESIA/MEMBACA

In Rumah Baca on 13 June 2012 at 22:45

MIMPI KE LANGIT

In Rumah Baca on 4 May 2012 at 20:57

Doli menatap hamparan laut yang luas dengan buih-buih putih di pantai itu. Seputih tubuh bagian depannya, namun tidak dengan punggung dan semua sisi kulitnya yang hitam legam. Selarik warna kuning di lehernya, sedikit memberikan kesan cantik bagi tubuh tambunnya dengan sirip kecil yang tanggung. Kawan-kawan menyebutnya ‘Pinguin’.

Tiba-tiba dua ekor camar menukik turun dari langit biru, menembus gumpalan awan putih. Gerakannya begitu indah dengan kepakan sayap cantik yang luar biasa. Doli menikmati gerakan mereka.

Tiba-tiba ia teringat percakapan dengan ibunya. Percakapan saat ia kecil dan pertama kali melihat camar berburu ikan.

“Bu, mengapa camar itu bisa terbang? Apakah ia warga langit?” tanya Doli.

Ibunya tertawa riang sambil memandang gumpalan awan putih.

 “Bisa iya, juga bisa tidak.” Ibu menjawab dengan senyum khasnya.

“Kok begitu, Bu? Kenapa?” Tanya Doli tak puas.

“Camar itu warga bumi juga, sama seperti kita. Tetapi mereka selalu bermain di udara. Seperti kita yang suka bermain di air,” ungkap ibunya dengan wajah tenang.

“Wah, kelihatannya seru ya? Apakah Ibu tahu ada apa di langit sana?” Tanya Doli lagi.

“Ibu tidak tahu, sayang …  kata Pak Tetua, di sana kau bisa melihat semua warna. Semua yang tidak ada di sini. Kau bisa melihat dunia lepas, sayang …” jelas ibu Doli sabar.

 “Apa Ibu pernah ke sana?” Doli terus mengejar ibunya dengan berbagai pertanyaan.

 “Owh … belum, sayang… kita kan tidak bisa terbang, tapi kita bisa berenang” ujar ibu Doli dengan sabar menjelaskan.

 “Aku akan membawa Ibu terbang ke sana suatu hari nanti…” janji Doli mantap.

 “Tidak, sayang … itu hal yang mustahil. Kita hanya pinguin, sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa terbang …” jawab ibu Doli dengan nada prihatin.

Doli masih memperhatikan gerak-gerik dua camar itu. Sesekali Doli memandang sayapnya. Sangat mungil, mungkin ibu benar bahwa pinguin tak mampu terbang.

Camar itu sungguh menawan, sayapnya mampu membentang lebar, kepakannya mampu membawa tubuhnya sampai ujung langit. Doli pun mencoba mengepakkan sirip kecilnya mengikuti gerakan kedua camar itu, namun ia tetap diam di tempat, tak mampu mengangkat tubuhnya sedikitpun.

Tiba-tiba salah satu camar itu mendekati Doli, kemudian menyapanya dengan senyuman manis.

“Hai, kau sedang apa? Tingkahmu itu lucu sekali, hihihi…” ujar camar itu.

“A … aku sedang mengikuti gaya terbangmu, supaya aku bisa terbang ke langit biru. Seperti kalian berdua …” jawab Doli bersemangat sambil mengepakan siripnya kembali.

Sreekk!

Camar satunya pun mendekati Doli. Tapi wajahnya kelihatan tidak suka. Meskipun begitu Doli tetap menyambutnya dengan ramah.

“Hai, namaku Doli. Salam kenal…,” ucap Doli sambil mengulurkan siripnya.

“Oh, jadi namamu Doli, ya… aku Cami…,” sambut camar dengan senyum manis itu, mendahului camar berwajah cemberut.

Tiba-tiba uluran tangan Cami ditepis camar bermuka cemberut itu. Cami jadi merasa tak enak hati pada Doli. Tetapi Doli tetap tersenyum sambil menarik siripnya kembali.

“Mhh … i … ini kawan mainku, namanya Camu …” seru Cami lagi dengan wajah tak enak.

“Heh, kenapa kamu menyebutkan namaku? Aku kan belum menyetujui perkenalan ini? Lagi pula aku tidak suka dengan makhluk air! Makhluk air itu lebih asyik kalau kita makan! Begitu kata ayahku!” tandas Camu.

Doli terdiam menunggu jawaban Cami. Sementara wajah Camu kelihatan berbinar-binar setelah ia lama memperhatikan bentuk tubuh Doli yang baginya kelihatan aneh. Rupanya Camu tengah memikirkan sesuatu untuk mengerjai Doli.

“Hei, Doli! Kau ingin terbang seperti kami ya?” Tanya Camu congkak.

“Iya, apa kau bisa membantuku?” tanya Doli lugu

“Itu urusan sepele! Kau lihat tebing tinggi itu. Kita harus ke sana, kau akan kulatih terbang dari sana. Bagaimana? Apa kau mau?” tantang Camu.

 “Baiklah … ayo!!” seru Doli penuh semangat.

Cami kaget mendengar usulan Camu. Mana mungkin sirip kecil Pinguin mampu membuatnya terbang ke angkasa.

Cami mendadak khawatir. Ia curiga Camu merencanakan sesuatu yang buruk pada Doli. Cami sangat memahami sifat jahat Camu. Tapi Cami tidak bisa mencegahnya karena Doli terlanjur menuruti apa kata Camu. Sepertinya ia terlanjur percaya pada Camu.

Di tepian tebing tinggi yang menjorok ke lautan. Camu, Cami dan Doli berdiri menantang lautan. Sekalipun Doli penyelam yang hebat, tetapi ia baru pertama kali bisa berdiri di tebing yang begitu tinggi. Meskipun rasa takut untuk melompatinya mengganggu tekadnya, tetapi Doli berusaha percaya kalau ia bisa terbang jika dimulai dari tebing yang tinggi.

“Hei, Doli … ayo kau taklukkan tebing ini dengan sayap kerenmu! Coba angkat tubuhmu!” tantang Camu sambil tersenyum licik.

“Tapi… Doli kan pe… perenang… itu bukan sayap! Ta… tapi sirip…” ujar Cami

“Hahaha … jika kau menginginkan sesuatu, maka harus kau coba dulu … baru kau akan mengetahui hasilnya …” jawab Camu dengan gaya congkaknya.

Doli jadi bingung untuk memulainya. Tapi Camu benar, jika tidak dicoba, maka ia tidak akan pernah tahu hasilnya.

“Hei, sudahlah … aku sudah siap untuk terbang …” sela Doli.

Camu dan Cami berhenti berdebat. Keduanya mengawasi Doli yang sudah siap dengan ancang-ancangnya. Air laut yang memecah karang kelihatan berbuih laksana gumpalan awan yang pecah. Sangat indah. Doli memandang lautan dengan perasaan gentar. Bagi Doli, jatuh bukanlah masalah karena dia seorang penguin, yang tentu saja bisa berenang. Tapi menyelam dengan ketinggian seperti ini belum pernah dilakukan Doli. Doli menghela napasnya pelan-pelan sambil memejamkan mata.

“Bisa! Aku pasti bisa!” gumam Doli pada dirinya sendiri. Dan Doli mulai menghitung untuk memulai terbang.

Doli berusaha sekuat tenaga untuk terbang, tetapi tubuhnya tetap diam sekalipun ia sudah berusaha. Saat Doli sedang bersusah payah untuk mengangkat tubuhnya, Camu berteriak.

“Mangsaaaa!…” pekik Camu sambil melongok ke bawah tebing, ke arah lautan lepas.

Tanpa menunggu aksi Doli, Camu sudah meluncur terbang ke bawah tebing, sayangnya segerombol ombak bvesar yang tiba-tiba datang menyambar sayap Camu hingga ia terseret air laut dan jatuh ke perairan tanpa mampu mengankat tubuh basahnya lagi. Cami dan Dan Doli terpekik melihat kejadian itu.

“Camuuu…!!”

Cami syok. Ia tak berani turun ke bawah, namun Doli si perenang handal yang mencoba terbang itu langsung mengangkat tubuhnya dengan nekat. Mencoba menggapai udara, meski pada akhirnya tubuh tambunnya malah jetuh ke perairan di bawah tebing itu. Tetapi itu bukan masalahnya, karena ia perenang handal.

“Aaaaarrghh …!!!” teriak Camu yang sesekali tersembul ke permukaan.

Baaamm …!

Doli sudah jatuh ke air, segera mengejar tubuh Camu.

“Doliii …! Camu …!” teriak Cami dari atas karang.

Pyaaakk!

Doli keluar sambil menyeret sayap Camu yang lemah dan basah karena air. Rupanya Doli baru saja menyelamatkan Camu yang tak bisa berenang di dalam air. Doli menyeret Camu hingga ke tepian pantai.

Camu selamat dengan kondisinya yang payah

“Camuuu… Doliii… kalian tidak apa-apa, kan?” seru Cami penuh mendatangi keduanya.

Doli tersenyum lalu menggeleng. Lalu menatap tubuh letih Camu yang basah kuyup.

Camu terbatuk-batuk, dia memandangi Doli dengan perasaan malu, “Maafkan aku, Doli… untung ada kau. Padahal aku mengusilimu dengan menantangmu terbang. Meski kau tak bisa terbang, tapi kau perenang yang hebat. Uhukk … uhukk …” kata Camu dengan perasaan menyesal.

“Ah, sudahlah… yang penting kau selamat!” seru Doli tersenyum.

“Sepertinya Camu sudah mendapatkan pelajaran berharga hari ini. Sini, biar kubantu!…” seru Cami sambil menyambut tubuh Camu yang basah kuyup.

“Aku muali mengerti kenapa aku diberikan sirip dan tinggal di tepi lautan. Sepertinya Tuhan mentakdirkan aku untuk menjaga lautan, dan kalian menjaga udaranya…” ujar Doli sambil tersenyum.

“Kau benar, Doli. Dan kita harus menjaga dan menikmati apa yang kita miliki. Sekalipun kami bisa terbang, tetapi kamu tak dapat berenang sepertimu…” kata Cami lagi. Doli mengangguk sambil tersenyum.

“Doli, maukah kau menjadi kawan baik kami. Aku senang punya kawan perenang hebat seprtimu” ungkap Camu.

“Tentu saja kalian temanku yang hebat. Penerbang keren…” ujar Doli lagi. Lalu mereka tertawa bersama-sama. Menikmati keindahan anugerah Tuhan yang luar biasa.

Akhirnya Cami, Camu dan Doli mengerti bahwa setiap anugerah yang diberikan Tuhan kepada makhluk itu sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Menghargai dan menghormati kelebihan diri sendiri dan orang lain adalah tindakan rasa syukur kita terhadap anugerah Tuhan Yang Maha Esa. 

 

*****

  

PENGIRIM    : Kreasi Gragers (Pena Grage Community)

Judul               : Sayap Impian, diambil dari hasil pelatihan DIALOG ESTAFET Pena Grage Community.

 

Penggalangan Dana Salam Beta

In Informasi, Rumah Baca, Salam Beta on 21 October 2011 at 20:20

Simulasi Pendidikan Penanggulangan Bencana Alam kepada Anak-Anak Lereng Merapi melalui Media Seni

Latar Belakang

Tumbuh kembang anak banyak dipengaruhi berbagai macam faktor. Pengaruh eksternal di lingkungan sosialnya tidak menutup kemungkinan berimbas pada pertumbuhan fisik dan mental anak-anak. Pengetahuan penanggulangan bencana alam –erupsi gunung berapi, tsunami, gempa, dll— merupakan hal yang sudah semestinya diberikan sejak dini sebagai pengetahuan ilmu kepada anak-anak untuk memahami lingkungan sekitarnya, terutama kepada anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana, agar mereka bisa mengambil tindakan yang tepat ketika bencana alam terjadi.

Selama ini tidak banyak kegiatan simulasi penanggulangan bencana yang dilakukan pemerintah, terutama pada anak-anak yang tinggal di daerah rawan bencana. Berangkat dari kurangnya kepedulian dalam pembelajaran penanggulangan bencana ini dan melihat kesuksesan Teater Fantasi “Ikan Batu Karang” yang dipentaskan di Taman Budaya Yogyakarta pada tanggal 23 Juli 2011 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, kami mencoba mementaskan kembali Tetaer Fantasi di salah satu dusun yang menjadi korban Erupsi Merapi 2010, yaitu Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Magelang. Kami berharap melalui media seni pementasan teater, anak-anak dapat lebih mudah mempelajari dan memahami kegiatan Penanggulangan Bencana.

Tujuan

  • Menyampaikan pesan penanggulangan bencana melalui pementasan  drama/teater yang bersifat kreatif, inovati, dan bermuatan edukatif
  • Memberikan trauma healing terhadap anak-anak yang mengalami musibah bencana alam erupsi gunung berapi.
  • Memberikan semangat dan dukungan terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak di wilayah bencana alam erupsi gunung berapi pasca erupsi gunung Merapi 2010.
  • Memberikan wacana fungsi taman baca sebagai media alternatif tempat pembelajaran.
  • Membuka ruang kesenian sebagai ajang silaturahmi budaya
  • Pennggalangan dana untuk relokasi rumah baca Dusun Tutup Ngisor

Profil Dusun Sasaran:

Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kec. Dukun, Kab. Magelang

Dusun Tutup Ngisor merupakan salah satu dusun yang secara tidak langsung terkena dampak bencana erupsi Merapi 2010. Pada saat bencana, warga Tutup termasuk dalam warga yang mengungsi, mengingat jaraknya ± 9 km dari puncak Merapi. Kini warga Tutup sudah mulai beraktifitas kembali, namun masih dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi mengingat letaknya yang berada di samping Kali Senowo yang dilewati aliran lahar dingin.

Dusun Tutup adalah dusun yang mempunyai kekhasan tersendiri di kabupaten Magelang. Dusun ini identik dengan basis keseniannya yang kuat dengan Padepokan Tjipto Boedojo sebagai pusatnya. Pemimpin padepokan ini adalah Sitras Anjilin yang merupakan generasi kedua pendiri padepokan. Komunitas adat Tutup sebagai penghuni yang persis di bawah lereng Merapi setiap tahunnya melakukan pentas wajib yang dilakukan sebanyak 4 kali, yakni pada 15 Syuro, Syawalan, Maulid Nabi dan 17 agustus. Dari kegiatan seni ini lah, mereka berekspresi, merevitalisasi diri lalu menumbuhjiwakan nilai-nilai seni tersebut dalam diri mereka untuk kemudian mewujudkannya dalam sikap sehari-hari menghadapi permasalahan hidup.

Rumah Baca Dusun Tutup Ngisor

Rumah Baca Tutup Ngisor yang telah resmi dibuka pada tanggal 12 Februari 2011 bertempat di rumah Bapak Surame. Rumah Baca ini dikelola oleh pemuda setempat. Melihat perkembangan selama 6 bulan, ternyata pengunjung rumah baca masih sedikit. Hal ini dikarenakan rumah baca ini bertempat di salah satu rumah warga, sehingga pengunjung merasa sungkan untuk datang. Oleh karena itu, pemuda setempat dan Salam Beta berinisiatif untuk merelokasi rumah baca dengan membangun bangunan permanen untuk rumah baca ini, agar kegiatan di rumah baca dapat berjalan efektif.

Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Baca ini tidak hanya membaca, tetapi juga berbagai aktifitas penunjang untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Sesuai dengan salah satu tujuan diadakannya rumah baca ini, yaitu sebagai pusat pengetahuan dan budaya, akan diadakan juga berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan minat bakat anak usia sekolah di Dusun Tutup Ngisor. Sementara kegiatan yang berlangsung adalah  kegiatan melukis dan pelatihan percakapan Bahasa Inggris. Salam Beta bekerjasama dengan rekan-rekan dari Pendidikan Seni Rupa dan Bahasa Inggris UNY untuk menjalankan kegiatan tersebut.

 

Berdasarkan Uraian di atas kami dari Salam Beta Mengajak Teman, Saudara, Untuk Turut Serta dan Membantu Terselenggaranya Kegiatan Ini,

Bantuan Dapat Berupa,

DO’A dan DONASI DANA SEIKHLASNYA

donasi dapat melalui :

BNI an Ika Susilowati : 0199880452

BII an Ika Susilowati : 1086602509

BRI an Susi Susanti : 5575 01 006561 535

Besar Harapan Kami Saudara Dapat Membantu Terselenggaranya Kegiatan Ini

“Selamatkan Anak Bangsa, Selamatkan Masa Depan”

Salam Beta

085271018557 (susi)

085647073230 (adi)

Sabtu Sore Bersama Adik-adik Tutup Ngisor 1

In Rumah Baca on 17 July 2011 at 22:06

Sore hari sabtu tanggal 16 juli 2011 seperti biasanya kami kembali menempuh perjalanan dari jogja menuju Magelang tepatnya Dusun Tutup Ngisor untuk menjalankan program Bahasa Inggris yang dikhususkan untuk anak-anak usia sekolah. Selain itu juga mengajarkan menulis bagi anak-anak yang belum dapat menulis. Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih sekitar 1 jam, alhamdulillah perjalanan kami lancar walaupun ada saudara kami yang tertinggal karena vespanya mogok dijalan.

Sesampainya disana terlebih dahulu kami bersilahturahmi ke rumah Mas Genter yang selama ini berkoordinasi dengan kami dalam menjalankan kegiatan di Dusun Tutup Ngisor, setelah itu kami bergegas menuju pendopo Tjipto Boedojo tempat diselenggarakannya kegiatan ini. Ternyata kedatangan kami telah dinanti oleh anak-anak, ketika melangkah masuk kedalam pendopo sontak kami terkejut karena mereka berteriak “Selamat datang, Kakak!” ucap anak2, “Halo adik2!” jawab kami. Anak-anak di Dusun Tutup Ngisor memiliki semangat belajar yang tinggi sekalipun dengan media belajar yang sangat terbatas dan tidak memadai. Bahkan mereka sering datang terlebih dahulu sebelum tiba waktu yang kami janjikan, dan yang paling kami syukuri adalah jumlah anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terus bertambah disetiap minggunya baik yang mengikuti pelajaran bahasa inggris dan belajar menulis.

Kegiatan ini dimulai pukul 15.30-selesai. Tema hari ini adalah STORY TELLING yang menceritakan tentang Gunung Putri di daerah Bogor, anak-anak sangat antusias mendengarkan ceritanya yang dibacakan oleh Kak Faris, bahkan mereka pun bersahutan melontarkan pertanyaan, keceriaan anak-anak membuat suasana senja disana menjadi lebih lengkap, suaranya tak kalah dengan kicau burung yang kembali ke sarangnya setelah seharian mencari makan sesekali anak-anak pun melantunkan nyanyian-nyanyian agar suasana semakin riuh dan menyenangkan.

Tak terasa langit senja mulai menggelap waktu menunjukkan pukul 17.30 , kak Faris menyudahi ceritanya dan mengajak anak-anak untuk berdo’a sebelum pulang. Anak-anak berdo’a dengan keras sampai-sampai membuat Mas Genter pemuda disana tertawa dan tersenyum bangga dengan antusias yang ditunjukkan mereka, Tak lupa mereka bersalaman serta mengucapkan “Sampai bertemu minggu depan, Kak!” sambil berlari berhamburan menuju rumahnya masing-masing. Begitu bahagianya kami, alhamdulillah hari ini kegiatan berlangsung lancar dan meriah, dan kami pun bergegas pulang ke jogja dengan senyum haru.

Program Bahasa Inggris dan menulis merupakan salah 1 program yang dijalankan oleh kami setiap minggunya, Saat ini kami masih memanfaatkan  media dan SDM yang sangat terbatas jumlahnya. Bagi kawan-kawan yang tertarik mengajar dan bergabung pintu kami terbuka lebar-lebar dan tentunya senyum keceriaan adik-adik menanti teman-teman sekalian datang mengunjungi mereka di Tutup Ngisor untuk belajar bersama-sama.

Salam Beta

Rencana Kegiatan dan Daftar Kebutuhan Rumah Baca

In Rumah Baca on 22 May 2011 at 21:11

Rumah Baca Dusun Kajor

Rumah Baca Kajor telah resmi di buka sejak 8 Januari 2011. Rumah baca ini sementara bertempat di rumah Ketua RT 01 dan dikelola oleh pemuda setempat. Sejak dibuka sampai sekarang kegiatan masih diisi oleh pemuda setempat yang secara mandiri mengkoordinir anak-anak untuk belajar. Lokasi rumah baca yang bertempat di rumah Ketua RT juga kurang mendukung, karena seringnya acara keagamaan yang diadakan di rumah beliau, sehingga rak sering dipindah-pindahkan.

Melihat antusiasme anak-anak Dusun Kajor untuk belajar, Salam Beta berinisiatif untuk membangun rumah baca dengan bangunan permanen agar kegiatan dapat berjalan efektif. Setelah beberapa bulan melihat minat anak usia sekolah di Dusun Kajor, Salam Beta berencana untuk mengadakan beberapa kegiatan untuk menunjang minat baca, yaitu:
a. Pendidikan non-formal untuk anak usia sekolah
b. Pelatihan drama
c. Pelatihan menulis (puisi, cerpen, dll.)

Rumah Baca Salam Beta di Dusun Kajor

Rumah Baca  Dusun Tutup Ngisor

Rumah Baca Tutup Ngisor yang telah resmi dibuka pada tanggal 12 Februari 2011 bertempat di rumah Bapak Surame. Rumah Baca ini dikelola oleh pemuda setempat. Melihat perkembangan selama 2 bulan, ternyata pengunjung rumah baca masih sedikit. Hal ini dikarenakan rumah baca ini bertempat di salah satu rumah warga, sehingga pengunjung merasa sungkan untuk datang. Oleh karena itu, pemuda setempat dan Salam Beta berinisiatif untuk membangun bangunan permanen untuk rumah baca ini, agar kegiatan di rumah baca dapat berjalan efektif.

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Rumah Baca ini tidak hanya membaca, tetapi juga berbagai aktifitas penunjang untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Sesuai dengan salah satu tujuan diadakannya rumah baca ini, yaitu sebagai pusat pengetahuan dan budaya, akan diadakan juga berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakat anak usia sekolah di Dusun Tutup Ngisor. Salam Beta dan pemuda setempat telah mengumpulkan data kegiatan yang diminati oleh anak usia sekolah di Dusun tutup, yaitu sebagai berikut:
a. Melukis
b. Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris
c. Pembuatan Skenario dan Film
d. Pelatihan Pembuatan Proposal
e. Pelatihan Pengolahan Gipsum
f. Alat Musik Modern (Gitar, Biola, Drum)
g. Olah Raga Voli

Dari 7 minat warga diatas, Salam Beta baru memenuhi 2 poin teratas, yaitu kegiatan melukis dan pelatihan percakapan Bahasa Inggris. Salam Beta bekerjasama dengan rekan-rekan dari Pendidikan Seni Rupa dan Bahasa Inggris UNY untuk menjalankan kegiatan tersebut. Untuk minat kegiatan lainnya, Salam Beta masih mencari link dan bantuan dari rekan-rekan dalam bidang bersangkutan.

Rumah Baca Salam Beta di Dusun Tutup Ngisor

DAFTAR KEBUTUHAN
1. Tenaga Pengisi Kegiatan
2. Alat untuk Kegiatan (misal: buku Bahasa Inggris, alat musik, alat lukis, dll)
3. ATK dan Meja Lipat
4. Buku Cerita Anak
5. Buku Belajar Membaca, Menulis, Berhitung, Menggambar, dan Mewarnai
6. Buku Seni dan Kebudayaan
7. Dana Pembangunan Rumah Baca

ANGGARAN PEMBANGUNAN
1. Pembangunan Rumah Baca Dusun Kajor – Rp 47.402.000,-
2. Pembangunan Rumah Baca Tutup Ngisor – Rp 22.454.000,-

Bila ada pihak-pihak yang ingin membantu dana pembangunan rumah baca ataupun memenuhi daftar kebutuhan rumah baca bisa langsung menghubungi contact person Salam Beta Jogja (Bayu: 08562850719) atau Jakarta (Yashi: 08568032580). Proposal bisa dilihat di sini. Untuk kondisi terakhir adik-adik Kajor bisa dilihat di sini. Terima Kasih.

***Dengan Membaca Perbanyak Saudara***