Salam Beta

Dusun Tutup Ngisor

Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Dusun Tutup adalah profil dusun yang mempunyai kekhasan tersendiri di kabupaten Magelang. Bukan saja udaranya yang sejuk karena berada persis di lereng gunung Merapi yang berketinggian  2968 m. dan rawan bencana, namun ikon desa seni juga telah menempel  untuk dusun ini. Dusun Tutup  sendiri  berada pada  ketinggian 1.105 m di atas  permukaan air laut dengan topografi  bergelombang naik turun. Atau menurut data statistik kebupaten Dati II Magelang, Desa Sumber berkode wilayah 080615 yang berarti daerah ini termasuk dataran tinggi atau daerah pegunungan dengan curah hujan 1780 m pertahun dengan suhu-suhu rata-rata 32 derajat  C.

Kondisi tanahnya mengandung pasir dan batuan volkanik yang cukup banyak, semakin naik mendekati puncak Merapi kandungan pasir dan batuan volkaniknya  semakin banyak sehingga perembesan airnya juga tinggi. Dengan kondisi  geeografi, dan iklim semacam itu, dusun Tutup dan sekitar desa Sumber termasuk dareah subur untuk  pertanian dan cocok untuk perikanan. Berbagai  tanaman  seperti padi, tomat, kubis, lombok, jagung, ketela pohon, dan rumput gajah juga tampak subur di daerah ini,  meski  semuanya belun dibudidayakan secara masimal.

Menurut  demografi desa (Sumber) dusun Tutup Ngisor berpenduduk  kurang lebih  419 jiwa yang terdiri  70 kepala keluarga (KK), 2 RT, dan masing-masing RT terdiri 35 KK. Sebagaimana komposisi penduduk yang mendiami  lereng Merapi, kebanyakan rumahnya dihuni oleh  keluarga batih (nuclear family/keluarga inti), yang terdiri dari  sepasang suami istri beserta anak-anak mereka yang belum kawin. Setiap keluarga batih  adalah  satuan unit produksi  yang setiap anggotanya berhak dan berkewajiban mengolah  tanah pertanian, tegalan dan pekarangan serta mengurus  perikanan dan  merumputkan ternak keluarga. Hanya saja  yang menarik dari  dusun Tutup Ngisor  dan mungkin belum teridentifikasi dengan baik adalah bahwa  tanah atau ladang mereka  luasnya sama rata, yakni sekitar setengah hektar. Lebih dari itu  usaha pertanian, perikanan dan peternakan mereka bukan untuk diperdagangkan atau untuk akumulasi modal, melainkan hanya sekedar untuk kebutuhan sehari-hari.

Kemurahan, keramahan sekaligus keganasan Merapi bagi penduduk sekitarnya telah menimbulkan keyakinan tertentu yang mengisayaratkan bahwa setidaknya manusia adalah bukan apa-apa dibandingkan dengan kebesaran alam seperti Merapi. Bagi Warga Tutup, Merapi selain mewariskan kekerasan alam sekaligus juga memberikan kearifan lokal bagi komunitas lereng Merapi untuk mengelola alam sebaik mungkin. Komunitas adat Tutup sebagai penghuni yang persis di bawah lereng Merapi dalam aktivitas kesenian, selain melakukan ritual-ritual tertentu, memberikan sesajen tertentu, dan yang terpenting sebagaimana dititahkan sang wali seni, Romo Yoso Sudarmo (lahir tahun 1885 meninggal seloso pon, 16, Maret, 1990) adalah melakukan pentas  wajib yang  dilakukan 4 kali setahun, yakni pada 15 Syuro, syawalan, Maulid Nabi dan 17 agustus. Tiga pentas pertama berkaitan dengan identitas mereka sebagai Muslim dan komunitas seni, sementara 17 Agustus  terkait dengan jati diri mereka sebagai bagian dari  anak bangsa, Indonesia.

Pemimpin komunitas adat ini sekarang adalah Sitras Anjilin yang merupakan anak ketujuh dari Romo Yoso. Beliau memimpin Padepokan Tjipto Boedojo dengan Pendopo Tjipto Boedojo sebagai pusat kegiatan seni di dusun tersebut. Dari kegiatan seni ini lah, mereka berekspresi, merevitalisasi diri lalu menumbuhjiwakan nilai-nilai seni tersebut dalam diri mereka untuk kemudian mewujudkannya dalam sikap sehari-hari menghadapi permasalahan hidup. Mereka percaya, dari media kesenian itu, alam akan berbaik hati memberikan inspirasi bagi hidup dan energi mereka

Jumlah siswa-siswi sekolah yang terdapat di Dusun Tutup Ngisor, yaitu 7 orang untuk siswa SMA, 7 orang siswa SMP, dan 24 orang siswa SD. Menurut data yang diterima oleh Salam Beta, masih ada 2 siswa lulusan SD yang membutuhkan bantuan dana untuk melanjutkan sekolah ke SMP. Melihat kesadaran warga Tutup Ngisor akan edukasi sudah cukup baik, Salam Beta mencoba untuk mengembangkan keterampilan serta minat dan bakat pemuda dan anak-anak di dusun tersebut. Diharapkan dengan adanya rumah baca di dusun ini dapat menjadi sentra kegiatan anak dan pemuda untuk terus mengembangkan budaya, seni dan edukasi yang dimiliki.

Salah satu pertunjukan seni wayang di Dusun Tutup Ngisor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: